Mahamimpi Anak Negeri

ALTITUDE (PART 1)

Matahari sore menerpa tubuhku, dengan kemilau cahaya yang lembut.dan angin yang bertiup perlahan seakan membisikan kedamaian, aku berdiri menikmati hembusan angin diatas pematang, menatap hamparan sawah gersang sambil mengamati anak-anak lain bermain layangan.

sementara itu, wajah bumi telah sepenuhnya mengeras berwarna colat kelabu terhampoar luas bagai lautan kematian dibawah tangkupan langit lazuardi nan cemerlang. sawah-sawah dan jaringan empang diselanya kerin kerontang, tak setitik pun air ditemukan didalamnya.

daun daun jati dan mahoni terlihan keriting berpilin, melepuh wajahnya dan mengering, lalu jatuh tiap sore luruh bersama tiupan angin. burung-burung pipit diam merana memandang sawah yang dulu menhasilkan biji padi nan gemuk isinya, kini menjelma menjadi padang kering yang mengintip kepunahannya.

segala daun yang hijau kini menguning tanpa terisisa, barang kali tuhan sedang menguji sejauh mana makhluknya dibumi bisa bertahan atau barang kali tuhan sedang sedang mengajari mereka, bagaimana menghargai air sebagai harta cuma-cuma yang melimpah saat musim penghujan.

Komentar